Selasa, 12 Oktober 2010

makalah basis data

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Basis Data adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan. Basis data atau juga disebut database, terdiri dari dua penggalan kata yaitu data dan base, yang artinya berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis.
Basis data juga mempunyai Rancangan konseptual (Conceptual design) yang bertujuan untuk membuat sebuah model data konseptual (atau arsitektur iinformasi) yang akan mendukung perbedaan kebutuhan iinformasi dari beberapa user dalam sebuah organisasi. Level Arsitektur basis data menurut ANSI/SPARC terbagi atas tiga level yaitu :
- Internal/Physical : berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik
(physical storage)
- Conceptual/Logical : yang menghubungkan antara internal dan external level
- External /View : berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari
sisi setiap user.
Physical dan conceptual inilah yang akan dibahas dalam makalah ini




1.2 Rumusan Masalah
1.2.1. Menjelaskan Tentang ”Conceptual Data Model” dan ”Physical Diagram Model”.
1.2.2. Menjelaskan Tentang Perancangan Basis Data dan (Normalisasi Data)

1.3 Tujuan
1.3.1. Untuk mengetahui pengertian Conceptual Data Model (CDM) dan Physical Diagram Model (PDM).
1.3.2. Untuk mengetahui tentang Perancangan Basis Data













BAB 2
PEMBAHASAN

.1 Pengertian Conceptual Data Model (CMD)
Conceptual adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data. Tidak seperti level eksternal maka pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual.
The multidimensional data model konseptual ialah dasar untuk database multidimensi. Semua komponen dan arsitektur database multidimensi membuat, kontrol, dan menyediakan akses ke data dalam model. Banyak orang melihat model data multidimensi hanya sebagai metadata-data yang menjelaskan data yang disimpan dalam database relasional. Kita melihat model konseptual sebagai spesifikasi independen dari data dalam sistem multidimensi. Sebuah database relasional mungkin menjadi sumber data atau tempat dimana data disimpan. Tapi database multidimensi adalah sepenuhnya sistem independen yang dapat menjadi sumber dan tempat penyimpanan data. Jika sumber data eksternal ke database multidimensi, maka didefinisikan oleh properti Data Source. Setiap ketergantungan antara data multidimensi dan data relasional didefinisikan oleh properti Data Binding.






2.2 Pengertian Physical Diagram Model (PDM)
Physical data model Adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal. Physical Menjelaskan / menjabarkan bagaimana data disimpan di komputer dengan menyajikan informasi seperti record formats, record orderings, dan access path. Access path adalah suatu struktur yang membuat pencarian (search) terhadap record tertentu di dalam database menjadi lebih efisien. Yang bertujuan untuk menghilang kerangkapan data, untuk mengurangi kompleksitas, untuk mempermudah pemodifikasian data.

Gambar Skema Arsitecture Basis Data


2.2 . PERANCANGAN BASIS DATA
Perancangan basis data adalah proses pembuatan (develop) stuktur database sesuai dengan data yang dibutuhkan oleh user. Dalam perancangan basis data tentu sangat dibutuhkan model data seperti apa yang diinginkan, dan hal itu sudah dibahas pada bagian sebelumnya. Selanjutnya mengambil langkah-langkah dalam perancangan basis data, yaitu:
a. Mendefinisikan kebutuhan (Requirements definition) bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan data yang dibutuhkan oleh user dalam sebuah organisasi. Penjabarannya adalah:
b. Rancangan implementasi (Implementation design) bertujuan untuk memetakan model data logis (logical data model) ke dalam sebuah skema yang dapat diproses oleh DBMS tertentu melalui transformasi ER-D ke Relasi.
c. Langkah perbaikan (Stepwise refinement). Keseluruhan proses perancangan pada perancangan database harus dipandang sebagai satu langkah perbaikan, di mana perancangan pada setiap tahapan diperbaiki secara progresif melalui perulangan (iteration). Langkah perbaikan harus dilakukan pada bagian akhir setiap tahapan sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.
d. Rancangan konseptual (Conceptual design) bertujuan untuk membuat sebuah model data konseptual (atau arsitektur iinformasi) yang akan mendukung perbedaan kebutuhan iinformasi dari beberapa user dalam sebuah organisasi.
e. Rancangan fisik (Physical design). Pada tahap terakhir ini, logical database structured (normalized relation, trees, network dll) dipetakan menjadi physical storage structure seperti file dan tabel. Rancangannya seperti:
 DiagramEntity-Relationship
 Spesifikasi hardware/software
 Model detail oleh Database Specialists
 Normalisasi Data
Istilah Normalisasi Data berasal dari E. F.Codd, salah seorang perintis teknologi basis data. Selain dipakai sebagai metodologi tersendiri untuk menciptakan struktur tabel 9 relasi dalam basis data (dengan tujuan untuk mengurangi kemubadziran data), normalisasi terkadang hanya dipakai sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang dihasilkan oleh metodologi lain( misalnya E-R). Normalisasi memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang fleksibel atau mengurangi kefleksibelan. Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logikal desain sebuah basis data/database, teknik pengelompokan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi). Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki/membangun dengan model data relasional, dan secara umum lebih tepat dikoneksikan dengan model data logika. Proses normalisasi adalah proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi dilakukan pengujian pada beberapa kondisi apakah ada kesulitan pada saat menambah/menyisipkan, menghapus, mengubah dan mengakses pada suatu basis data. Bila terdapat kesulitan pada pengujian tersebut maka perlu dipecahkan relasi pada beberapa tabel lagi atau dengan kata lain perancangan basis data belum optimal.

Tujuan dari normalisasi data adalah sebagai berikut :
a.Untuk menghilangkan kerangkapan data
b.Mengurangi kompleksitas
c.Untuk mempermudah pemodifikasian data.






BAB 3
PENUTUP


3.1. Kesimpulan
Komponen dasar dalam pembuatan basis data yaitu dengan adanya data, hardware, software, dan user. Dalam Pembuatan Data base Arsitecture data harus diperhatikan. Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu: Internal/Physical Level, External/View Level, Conceptual/Logical Level. Tujuan utama dari arsitektur 3 level tersebut adalah untuk menyediakan data independence yang terbagi 2: Logical Data Independence (kebebasan data secara logika) dan Physical Data Independence (kebebasan data secara fisik). Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.

3.2. Saran
Agar terciptanya basis data, maka butuh proses pembuatan. Langkah-langkah yang dapat diambil dalam perancangan basis data sebagai berikut: mendefinisikan kebutuhan data, rancangan konseptual, rancangan implementasi, rancangan fisik, langkah perbaikan.
Suatu teknik untuk mengorganisasikan data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu ogranisasi disebut normalisasi. Tujuan normalisasi: untuk menghilang kerangkapan data, untuk mengurangi kompleksitas, untuk mempermudah pemodifikasian data. Sedangkan Tahapan normalisasi: bentuk tidak normal, bentuk normal pertama (1NF), bentuk normal kedua (2NF), bentuk normal ketiga (3NF), bentuk normal boyce-codd (BCNF), bentuk normal keempat (4NF), bentuk normal kelima.

Daftar Pustaka

http://www.inf.unibz.it/˜franconi/icom/. i.com
http://www.investintech.com/purchasea2e.html
http://www.sentra-ilmu.co.cc/2010/04/sistem-basis-data-istilah-istilah-dalam.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data
http://www.scribd.com/doc/9696280/Lingkungan-Database

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar